Perkiraan posisi hilal

      Tak ada komentar pada Perkiraan posisi hilal

Suatu hal yang asing bagi kita, muslim pada umumnya, melihat hilal untuk penentuan bulan baru qomariyah (hijriyah). Sebagai gambaran sederhana saya gunakan software Stellarium 0.110 untuk memperlihatkan gambaran posisi hilal sebagai penanda masuk bulan baru hijriyah. Di bawah ini adalah gambaran posisi bulan ketika matahari persis masuk ufuk (garis 0) pada tanggal 30-7-2011.

Posisi Hilal tanggal 30 Juli 2011
Posisi Hilal tanggal 30 Juli 2011

 Posisi hilal diambil pada lokasi Patemon, Gunungpati, Semarang

Bisa terlihat bahwa pada saat matahari persis di bawah ufuk posisi hilal jauh sudah di bawah ufuk (kurang lebih 6 derajat), karena hari itu bulan tenggelam (moon set) lebih dulu daripada matahari (sunset). Dengan dasar ini, disimpulkan hilal tidak bisa dilihat sehingga belum bisa ditentukan masuknya bulan baru, artinya 1 Ramadhan belum bisa ditentukan.

Okay sekarang kita lihat posisi hilal pada saat matahari persis di bawah ufuk pada tanggal 31 Juli 2011.

Posisi hilal tanggal 31 Juli 2011
Posisi hilal tanggal 31 Juli 2011

Bisa terlihat bahwa pada saat matahari persis di bawah ufuk posisi hilal masih di atas ufuk kurang lebih 6-7 derajat, karena hari itu matahari tenggelam (sunset) lebih dulu daripada bulan (moon set). Dengan dasar ini, disimpulkan hilal bisa dilihat sehingga  bisa ditentukan masuknya bulan baru, artinya 1 Ramadhan sudah bisa ditentukan hari itu.

Sebagai tambahan apabila kita menghitung (hisab) dengan software lain yaitu Accurate Times 5.1 dari Jordanian Astronomical Society yang disusun oleh Mohammad Odeh, maka diperoleh hasil berikut.

Waktu terbaik untuk perhitungan pada tanggal 31 Juli 2011  jam 17:54:40 diperoleh hasil:

Sunset: 17:40:57 WIB

Moonset: 18:11:49

Pada saat sunset, posisi hilal kurang lebih 7 derajat di atas ufuk, iluminasi (penampakan) bulan 0,75%.

Mau tahu persis? Silahkan melakukan rukyah bulan pada saat matahari mulai tenggelam supaya hilang penasaran. Sekalipun software itu hanya hisab tapi paling tidak bisa kita pakai untuk belajar hal-hal yang sangat sederhana trkait dengan astronomi sehingga kita tidak semata-mata taklid buta. Okay?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *