Menyusun kalender tahun 2012

oleh Rinto Anugraha pada 6 Desember 2011 pukul 14:58

Sebentar lagi kalender Masehi tahun 2011 akan berakhir, dan akan diganti oleh kalender Masehi tahun 2012. Di dalam kalender Masehi atau kalender Gregorian terdapat beberapa tanggal penting, baik khususnya untuk ummat Islam maupun ummat non-muslim, yang berhubungan dengan hari-hari besar keagamaan atau ritual.

Berikut ini akan dijelaskan beberapa tanggal penting pada tahun 2012 yang ada hubungannya dengan ilmu hisab atau pergerakan matahari dan bulan.

Pertama kali, perlu diketahui bahwa tahun 2012 adalah tahun kabisat, karena tahun ini habis dibagi 4. Karena itu bulan Februari 2012 terdiri dari 29 hari sehingga tahun 2012 berisi 366 hari.

Fase-fase bulan
Sebelum membahas hari-hari besar Islam atau non-Islam, terlebih dahulu disebutkan data-data astronomis fase-fase bulan (moon phases) yang meliputi fase bulan baru (new moon) atau konjungsi geosentrik, fase seperempat pertama (first quarter), fase bulan purnama (full moon) dan fase seperempat akhir (last quarter). Berikut ini data fase-fase bulan untuk tahun 2012, dengan waktu dinyatakan dalam WIB (Tanggal/Bulan Jam:Menit) hingga menit terdekat. Perhitungan berdasarkan algoritma Meeus.

New Moon First Quarter Full Moon Last Quarter

01/01 13:15 09/01 14:30 16/01 16:08

23/01 14:39 31/01 11:10 08/02 04:54 15/02 00:04
22/02 05:35 01/03 08:22 08/03 16:39 15/03 08:25
22/03 21:37 31/03 02:41 07/04 02:19 13/04 17:50
21/04 14:18 29/04 16:58 06/05 10:35 13/05 04:47
21/05 06:47 29/05 03:16 04/06 18:12 11/06 17:41
19/06 22:02 27/06 10:30 04/07 01:52 11/07 08:48
19/07 11:24 26/07 15:56 02/08 10:27 10/08 01:55
17/08 22:54 24/08 20:54 31/08 20:58 08/09 20:15
16/09 09:11 23/09 02:41 30/09 10:19 08/10 14:33
15/10 19:02 22/10 10:32 30/10 02:49 07/11 07:36
14/11 05:08 20/11 21:31 28/11 21:46 06/12 22:31
13/12 15:42 20/12 12:19 28/12 17:21

Hari-hari besar dan awal bulan Islam 1433 H dan 1434 H
Di akhir tahun 2011 terdapat awal bulan Shafar 1433 H. Dengan mengambil lokasi di Jakarta, baik untuk hisab kriteria wujudul hilal maupun imkanurrukyat, 1 Shafar 1433 H = Senin, 26 Desember 2011. Sehingga shaum ayyamul bidh pada 3 hari di pertengahan bulan (setiap tanggal 13, 14 dan 15 bulan Islam) jatuh pada Sabtu, Ahad dan Senin, 7, 8 dan 9 Januari 2012.

Untuk selanjutnya, tahun 1433 H maupun tahun 2012 tidak perlu disebutkan lagi, kecuali jika masuk pada tahun 1434 H. Kriteria wujudul hilal disingkat WH, sedangkan kriteria imkanur rukyat disigkat IR. Ada lagi kriteria MABIMS yang merupakan singkatan dari Menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia dan Singapura.

Di sebagian besar wilayah Indonesia pada tanggal 29 Shafar (Senin, 23 Januari) maghrib waktu setempat, moonset terjadi sebelum sunset meskipun konjungsi sudah terjadi. Hanya di sekitar Aceh dan Sumatra Utara, moonset terjadi setelah sunset, itupun dengan selisih waktu sekitar 2 menit. Dengan demikian secara efektif, baik kriteria WH maupun IR, 1 Rabi’ul Awwal, = Rabu, 25 Januari. Bulan Shafar berumur 30 hari. Tanggal 12 Rabi’ul Awwal yang ditetapkan sebagai Maulid Nabi Muhammad SAW, menurut kedua kriteria = Ahad, 5 Februari. Shaum ayyamul bidh dilaksanakan pada Senin – Rabu, 6 – 8 Februari.

Pada 29 Rabi’ul Awwal (Rabu, 22 Februari) saat maghrib di Jakarta, konjungsi sudah terjadi dengan umur bulan 12 jam 40 menit, moonset terjadi 9 menit setelah sunset, selisih ketinggian bulan dan matahari sekitar 3,1 derajat, selisih azimuth bulan dan matahari sekitar 7,3 derajat dan sudut elongasi sekitar 7,9 derajat. Namun, iluminasi cahaya bulan hanya 0,48%, dan menurut kriteria Odeh, “Not Visible Even With Optical Aid”. Dengan demikian, menurut kriteria WH dan MABIMS, 1 Rabi’ul Akhir = Kamis, 23 Februari, tetapi menurut kriteria IR, 1 Rabi’ul Akhir = Jumat, 24 Februari. Jadi menurut WH, Rabi’ul Awwal berumur 29 hari, sedangkan menurut IR 30 hari. Shaum ayyamul bidh di bulan Rabi’ul Akhir menurut kriteria WH dilaksanakan pada Selasa – Kamis, 6 – 8 Maret, sedangkan menurut kriteria IR pada Rabu – Jumat, 7 – 9 Maret.

Menurut kriteria WH, 29 Rabi’ul Akhir terjadi pada hari Kamis, 22 Maret. Pada saat maghrib, bulan sudah terbenam dan konjungsi juga belum terjadi. Jadi menurut WH, Rabi’ul Akhir berumur 30 hari sehingga 1 Jumadil Ula = Sabtu, 24 Maret. Adapun menurut kriteria IR, 1 1 Jumadil Awwal juga = Sabtu, 24 Maret, namun Rabi’ul Akhir berumur 29 hari. Menurut kedua kriteria, shaum ayyamul bidh di bulan Jumadil Awwal dilaksanakan pada Kamis – Sabtu, 5 – 7 April.

Menurut kedua kriteria, bulan Jumadil Awwal berumur 30 hari sehingga 1 Jumadil Akhir jatuh pada tanggal yang sama, yaitu Senin, 23 April. Shaum ayyamul bidh di bulan Jumadil Akhir dilaksanakan pada Sabtu – Senin, 5 – 7 Mei.

Terjadi perbedaan antara kedua kriteria untuk 1 Rajab. Menurut WH, 1 Rajab = Selasa, 22 Mei, sedangkan menurut IR, Rabu, 23 Mei. Puasa pertengahan bulan Rajab menurut WH adalah Ahad – Selasa, 3 – 5 Juni, sedangkan IR adalah Senin – Rabu, 4 – 6 Juni. Isra’ Mi’raj 27 Rajab menurut kriteria WH = Ahad, 17 Juni, sedangkan menurut kriteria IR = Senin, 18 Juni.

Tanggal 1 Sya’ban akan jatuh pada tanggal Masehi yang sama menurut kedua kriteria, yaitu Kamis, 21 Juni. Dalam hal ini, Rajab berumur 30 dan 29 hari, berturut-turut menurut kriteria WH dan IR. Puasa tengah bulan Sya’ban = Selasa – Kamis, 3 – 5 Juli.

Awal bulan Ramadhan Insya Allah akan terjadi perbedaan menurut kedua kriteria. Kriteria WH menyatakan bahwa 1 Ramadhan = Jumat, 20 Juli. Ini disebabkan pada Kamis maghrib 28 Juli di Jakarta, konjungsi sudah terjadi sekitar 6,5 jam, moonset terjadi 8 menit setelah sunset, selisih altitude bulan – matahari sekitar 2,8 derajat, selisih azimuth bulan – matahari sekitar 4,5 derajat, sudut elongasi sekitar 5,3 derajat. Akan tetapi kriteria IR menyatakan bahwa 1 Ramadhan = Sabtu, 21 Juli. Iluminasi cahaya bulan hanya sekitar 0,22%, dan kriteria Odeh menyatakan bahwa “Not Visible Even With Optical Aid”.

Meskipun awal Ramadhan berbeda, tetapi Insya Allah Iedul Fitri akan jatuh pada tanggal Masehi yang sama, yaitu Ahad 19 Agustus. Jadi, menurut kriteria WH, puasa Ramadhan dilaksanakan selama 30 hari, sedangkan menurut IR hanya 29 hari. Hal ini disebabkan, 29 Ramadhan maghrib menurut kriteria WH, yaitu 17 Agustus maghrib di Jakarta, konjungsi belum terjadi, serta moonset sebelum sunset. Adapun pada 29 Ramadhan menurut kriteria IR, yaitu 18 Agustus maghrib di Jakarta, konjungsi sudah terjadi 19 jam yang lalu, moonset terjadi 31 menit setelah sunset, selisih altitude 8,5 derajat, selisih azimuth 7,3 derajat, sudut elongasi 11,1 derajat, sehingga menurut kriteria IR, sudah masuk bulan baru (new month). Selanjutnya, puasa tengah bulan Syawwal dilaksanakan pada Jumat – Ahad, 31 Agustus – 2 September.

Tanggal 1 Dzulqa’dah akan jatuh berbeda, dimana menurut WH = Senin, 17 September, sedangkan menurut IR = Selasa, 18 September. Pada Ahad maghrib tanggal 16 September di Jakarta, konjungsi sudah terjadi 8 jam 39 menit yang lalu, moonset 9 menit setelah sunset, selisih altitude bulan matahari 3,3 derajat, selisih azimuth bulan matahari 5,6 derajat, sudut elongasi 6,5 derajat, namun iluminasi hanya 0,32%. Kriteria Odeh berbunyi “Not Visible Even With Optical Aid”. Umur bulan Syawwal menurut WH dan IR berturut-turut adalah 29 dan 30 hari. Puasa tengah bulan Dzulqa’dah terjadi pada Sabtu – Senin, 29 September – 1 Oktober menurut WH, sedangkan menurut IR adalah Ahad – Selasa, 30 September – 2 Oktober.

Tanggal 1 Dzulhijjah Insya Allah akan jatuh pada tanggal Masehi yang sama. Dalam hal ini, umur bulan Dzulqa’dah menurut WH dan IR berturut-turut adalah 3
0 dan 29 hari. Pada hari Senin, 15 Oktober (29 Dzulqa’dah menurut WH) saat maghrib di Jakarta, konjungsi belum terjadi, serta moonset sebelum sunset. Esok harinya Selasa, 16 Oktober (29 Dzulhijjah menurut IR), posisi bulan sudah cukup tinggi di Jakarta saat maghrib. Ketinggian bulan lebih dari 11 derajat, sudut elongasi lebih dari 13 derajat, iluminasi bulan 1,34%, dan kriteria Odeh menyatakan bahwa “Easily Visible By Naked Eye”. Dengan demikian 1 Dzulhijjah akan jatuh pada Rabu, 17 Oktober.

Di Arab Saudi Insya Allah 1 Dzulhijjah juga akan jatuh pada Rabu, 17 Oktober. Di Makkah pada Senin, 15 Oktober saat maghrib, konjungsi sudah terjadi tetapi moonset terjadi sebelum sunset sehingga tidak mungkin dapat dirukyat. Semoga saja tidak terjadi false sighting (salah lihat) dimana ada yang mengaku melihat hilal tetapi sebetulnya yang dilihat tersebut secara astronomis bulan hilal.

Jadi wuquf di Arafah 9 Dzulhijjah akan jatuh pada Kamis, 25 Oktober. Hari Raya Iedul Adha jatuh pada Jumat 26 Oktober, dilanjutkan dengan 3 hari Tasyriq pada Sabtu – Senin, 27 – 29 Oktober. Umur bulan Dzulhijjah sebanyak 29 hari.

Keterangan-keterangan di atas adalah berkenaan dengan tahun 1433 H. Selanjutnya Tahun Baru Hijriyah 1 Muharram 1434 H akan jatuh pada Kamis, 15 November. Puasa 10 Muharram 1434 H = Sabtu, 24 November. Puasa tengah bulan Muharram = Selasa – Kamis, 27 – 29 November.

Terakhir, 1 Shafar 1434 H = Jumat, 14 Desember (menurut WH), atau Sabtu, 15 Desember (menurut IR). Umur bulan Muharram adalah 29 hari (menurut WH) atau 30 hari (menurut IR). Puasa tengah bulan Shafar = Rabu – Jumat, 26 – 28 Desember (menurut WH), atau Kamis – Sabtu, 27 – 29 Desember (menurut IR).

Data-data di atas dapat disusun ke dalam tabel sebagai berikut

Bulan Hijriyah Awal (WH) Awal (IR) Umur (WH) Umur (IR)
Shafar 1433 H 26 Desember 2011 26 Desember 2011 30 hari 30 hari
Rabi’ul Awwal 1433 H 25 Januari 2012 25 Januari 2012 29 hari 30 hari
Rabi’ul Akhir 1433 H 23 Februari 2012 24 Februari 2012 30 hari 29 hari
Jumadil Awwal 1433 H 24 Maret 2012 24 Maret 2012 30 hari 30 hari
Jumadil Akhir 1433 H 23 April 2012 23 April 2012 29 hari 30 hari
Rajab 1433 H 22 Mei 2012 23 Mei 2012 30 hari 29 hari
Sya’ban 1433 H 21 Juni 2012 21 Juni 2012 29 hari 30 hari
Ramadhan 1433 H 20 Juli 2012 21 Juli 2012 30 hari 29 hari
Syawwal 1433 H 19 Agustus 2012 19 Agustus 2012 29 hari 30 hari
Dzulqa’dah 1433 H 17 September 2012 18 September 2012 30 hari 29 hari
Dzulhijjah 1433 H 17 Oktober 2012 17 Oktober 2012 29 hari 29 hari
Muharram 1434 H 15 November 2012 15 November 2012 29 hari 30 hari
Shafar 1434 H 14 Desember 2012 15 Desember 2012

(Cara memahami tabel di atas adalah sebagai berikut. Misalnya bulan Rabi’ul Awwal 1433 H. Awal atau tanggal 1 Rabi’ul Awwal 1433 H menurut WH = 25 Januari 2012. Umur bulan Rabi’ul Awwal 1433 H menurut WH = 29 hari, sehingga 1 Rabi’ul Akhir menurut WH adalah 23 Februari 2012.)

Hari-hari besar non-Islam
Ada beberapa hari besar non-Islam yang berkenaan dengan perhitungan astronomis. Adapun hari-hari besar non-Islam yang tidak ada hubungannya dengan perhitungan astronomis (seperti hari Natal setiap 25 Desember) tidak akan dibicarakan disini.

Kalender China berdasarkan atas gabungan kalender bulan dan matahari (lunisolar calendar). Penentuan Tahun Baru China atau Imlek adalah sebagai berikut. Koordinat tempat ditetapkan di Beijing, ibukota China yang memiliki waktu lokal = UT + 8. Awal bulan pada kalender China berdasarkan pada fase bulan baru (new moon). Titik balik musim dingin (winter solstice), atau saat ketika matahari berada pada deklinasi paling negatif di belahan bumi selatan selalu berada pada bulan ke 11 dalam kalender China.

Tahun 2011, winter solstice terjadi pada 22 Desember pukul 05:30 UT atau pukul 13:30 waktu lokal Beijing. Dua buah fase bulan baru setelah winter solstice ini berturut-turut terjadi pada 25 Desember 2011 pukul 02:06 waktu Beijing dan 23 Januari 2012 pukul 15:39 waktu Beijing. Karena itu tanggal 25 Desember 2011 adalah awal bulan ke 12, sehingga 23 Januari 2012 sebagai awal bulan ke 1 dari tahun China berikutnya. Jadi Tahun Baru China terjadi pada 23 Januari 2012.

Hari Paskah (Easter Day) menurut Meeus dalam bukunya Astronomical Algorithm dirumuskan sebagai berikut. Hari Paskah adalah hari Minggu pertama setelah fase bulan purnama yang terjadi pada atau setelah ekuinoks Maret. Pada tahun 2012 ekuinoks Maret terjadi pada tanggal 20 Maret pukul 05:14 UT. Kemudian, fase bulan purnama setelah ekuinoks Maret tersebut terjadi pada tanggal 6 April pukul 19:19 UT, sehingga hari Minggu Paskah jatuh pada tanggal 8 April 2012. Di kalender disebutkan tentang hari libur Jumat Paskah, yang berarti sama dengan tanggal 6 April 2012.

Selanjutnya, hari libur kenaikan Isa Al Masih menurut keyakinan Kristen dirayakan 40 hari setelah hari Paskah, namun selalu diambil hari Kamis. Jika hari libur Paskah yang diambil adalah Jumat, 6 April maka 40 hari berikutnya adalah Rabu, 16 Mei. Hari Kamisnya adalah 17 Mei, dan inilah hari libur kenaikan Isa Al Masih.

Hari Raya Waisak dalam agama Budha bertepatan dengan fase bulan purnama pada bulan Mei. Pada tahun 2012 di bulan Mei, fase bulan purnama terjadi tanggal 6 pukul 10:35 WIB. Karena itu hari libur Waisak jatuh pada Ahad, 6 Mei 2012.

Hari Raya Nyepi pada tahun 2012 jatuh pada Jumat, 23 Maret. Hari Raya ini sama dengan Tahun Baru Saka 1934, dimana angka 1934 = 2012 – 78. Tahun Saka dimulai sejak tahun 78 Masehi.

Ekuinoks dan Solstice
Seperti diketahui, matahari bergerak semu terhadap garis khatulistiwa bumi, dimana dua kali terletak tepat pada garis khatulistiwa (ekuinoks Maret dan September), satu kali di titik balik Utara (June solstice), dan satu kali terletak pada titik balik Selatan (December solstice). Pada tahun 2012, keempat moment tersebut terjadi pada

ekuinoks Maret tanggal 20 pukul 05:14 UT
titik balik Juni tanggal 20 pukul 23:09 UT
ekuinoks September tanggal 22 pukul 14:49 UT
titik balik Desember tanggal 21 pukul 11:11 UT.

Gerhana dan transit
Gerhana matahari cincin akan terjadi pada tanggal 20 Mei yang melewati Asia Timur, sebelah Utara Samudra Pasifik, dan bagian Barat Amerika. Gerhana sebagian akan nampak di sebagian besar Asia, Laut pasifik dan Amerika Utara.

Gerhana bulan sebagian akan terjadi pada tanggal 4 Juni. Gerhana ini bisa diamati di Indonesia khususnya Jawa, Sumatra dan Kalimantan. Awal fase Umbra terjadi pada pukul 10 UT atau 17 WIB, dan akhir fase Umbra terjadi pada pukul 12:06 UT atau pukul 19:06 UT. Karena itu gerhana bulan sebagian ini diamati di Indonesia pada saat bulan sedang terbit (moonrise).

Gerhana matahari total akan terjadi pada tanggal 13 November. Lintasan yang merasakan gerhana total dimulai dari Australia Utara dan melalui Samudra Pasifik.

Gerhana bulan penumbral pada 28 November.
Fenomena transit, ketika planet melewati muka matahari dilihat dari bumi hanya terjadi untuk planet Merkurius dan Venus. Pada tanggal 5 atau 6 Juni (bergantung dari dimanakah tempat di bumi yang dapat melihat), akan terjadi transit Venus. Transit ini, dimulai dari tanggal 5 Juni pukul 22:10 UT (atau 6 Juni pukul 5:10 WIB) dan berakhir tanggal 6 Juni pukul 04:50 UT (atau 6 Juni pukul 11:50 UT). Dari Indonesia, fenomena transit ini akan dapat diamati pada tanggal 6 Juni dimulai dari sekitar matahari terbit hingga menjelang siang.

Hari Meluruskan Arah Kiblat
Setiap tahun, dua kali matahari berada di atas Ka’bah, sehingga selur
uh bayangan benda oleh sinar matahari akan menghadap ke arah Ka’bah. Karena 2012 merupakan tahun kabisat, maka peristiwa itu akan terjadi pada tanggal 27 Mei pukul 12:18 waktu lokal Saudi atau pukul 16:18 WIB, serta pada tanggal 15 Juli pukul 12:27 waktu lokal Saudi atau pukul 16:27 WIB. Pengamatan ini masih bisa dilakukan pada rentang dua hari sebelum dan sesudahnya, serta pada waktu sekitar tiga menit sebelum dan sesudahnya.

Demikian tulisan tentang beberapa hal penting dalam hisab dan kalender tahun 2012. Semoga bermanfaat.

Dr. Eng. Rinto Anugraha

Fisika UGM

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *