Pengaturan AVD Melalui Layar IDE Android Studio

Pada tulisan sebelumnya sudah dijelaskan pengaturan AVD melalui layar SDK Manager. Sebenarnya AVD dapat juga diatur dengan cara lain melalui layar IDE, yaitu dengan cara

1. Klik menu Tools –> Android –> AVD Manager, muncul kotak dialog berikut

avd-manager2

Jika pernah memasang AVD maka layar AVD Manager ada isinya, tetapi jika ini pengaturan awal maka layar AVD Manager masih kosong.

2. Untuk membuat AVD maka klik button Create Virtual Device di sebelah kiri bawah maka akan muncul kotak dialog berikut

virtual-device-manager

3. Pilihlah Category alatnya misal Phone dan spesifikasi alatnya misalnya Galaxy Nexus, pilihan ini harus disesuaikan dengan spesifikasi komputer/laptopnya. Lalu klik Next sehingga muncul gambar berikut

system-image

4. Pilihlah salah satu system image yang sudah didownload/dipasang, misal Gingerbread armeabi. Bagian yang ada kata download berarti belum didownload, silahkan diklik jika mau download. Sebaiknya untuk mengetahui system image mana saja yang sudah didownload maka tanda centang dengan tulisan Show downloadable system image dihilangkan saja, sehingga yang terlihat hanya yang sudah didownload. Kalau sudah milik selanjutnya klik Next sehingga muncul kotak dialog berikut

verify-config

Periksa data yang sudah dimasukkan sudah sesuai atau belum. Jika perlu perubahan silahkan klik button Change sebelah kanannya.

5. Klik tombol  Show Advanced Settings untuk melihat setingan bagian bawahnya

verify-config2

6. Atur juga setingan bagian bawah ini sesuai dengan kemampuan komputer kita. Jika sudah terisi maka klik button Finish. Sehingga muncul gambar berikut

your-virtual-devices

Pada layar di atas, di bagian kolom Actions  ada beberapa simbol yang perlu diketahui gunanya, yaitu:

1) Simbol segitiga hijau: menjalankan AVD di emulator untuk android terpilih (yang sudah di-klik akan berwarna biru)

2) Simbol pencil: untuk mengedit AVD di AVD Manager

3) Simbol segitiga hitam untuk keperluan duplicate, wipe data, show on diskshow details, delete

7. Jika tidak akan melakukan 3 hal di atas maka langsung klik tombol OK saja untuk kembali ke layar IDE.

CATATAN:

Jika ketika launch emulator android mengalami error seperti di bawh ini:

ERROR: 32-bit Linux Android emulator binaries are DEPRECATED, to use them
you will have to do at least one of the following:
– Use the ‘-force-32bit’ option when invoking ‘emulator’.
– Set ANDROID_EMULATOR_FORCE_32BIT to ‘true’ in your environment.
Either one will allow you to use the 32-bit binaries, but please be aware that these will disappear in a future Android SDK release.
Consider moving to a 64-bit Linux system before that happens.

Sumber: http://askubuntu.com/questions/534044/error-32-bit-linux-android-emulator-binaries-are-deprecated-when-attemping-to-r?lq=1

Sebenarnya langkah terbaik adalah dengan menggunakan linux 64 bit, karena android itu diibangun dan diarahkan lebih tepat untuk mesin 64 bit, tapi jika tidak mungkin maka lakukan langkah berikut ini:

1) Masuk ke folder /home/user, misal /home/sekar
2) Masuk ke terminal dan ketik: gedit .profile
3) Jika sudah muncul isi profil, tambahkan kalimat berikut di bagian paling bawah:

export ANDROID_EMULATOR_FORCE_32BIT=true 

4. Simpan dan keluar, masuk ke terminal lagi
5. Ketik di terminal berikut ini

source .profile

atau langsung restart untuk melihat perubahannya.

6. Jalankan kembali Android Studio, lalu launch emulator androidnya (AVD).
7. Semoga sukses!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *