Batasan Interaksi Istri dengan Teman Laki-laki

3syaitan
وَقَرْنَ فِي بُيُوتِكُنَّ وَلَا تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الْجَاهِلِيَّةِ الْأُولَىٰ ۖ وَأَقِمْنَ الصَّلَاةَ وَآتِينَ الزَّكَاةَ وَأَطِعْنَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ ۚ إِنَّمَا يُرِيدُ اللَّهُ لِيُذْهِبَ عَنكُمُ الرِّجْسَ أَهْلَ الْبَيْتِ وَيُطَهِّرَكُمْ تَطْهِيرًا

(Dan hendaklah kalian tetap) dapat dibaca Qirna dan Qarna (di rumah kalian) lafal Qarna pada asalnya adalah Aqrarna atau Aqrirna, yang diambil dari kata Qararta atau Qarirta. Kemudian harakat Ra dipindahkan kepada Qaf, selanjutnya huruf Ra dan hamzah Washalnya dibuang sehingga jadilah, Qarna atau Qirna (dan janganlah kalian berhias) asalnya berbunyi Tatabarrajna kemudian salah satu huruf Ta dibuang sehingga jadilah Tabarrajna (sebagaimana orang-orang jahiliah yang dahulu) sebagaimana berhiasnya orang-orang sebelum Islam, yaitu kaum wanita selalu menampakkan kecantikan mereka kepada kaum lelaki. Adapun yang diperbolehkan oleh Islam adalah sebagaimana yang disebutkan di dalam firman-Nya, ".. dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang biasa tampak daripadanya." (Q.S. An-Nur, 31)(dan dirikanlah salat, tunaikanlah zakat dan taatilah Allah dan Rasul-Nya. Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kalian) yakni dosa-dosa, hai (ahlul bait) yakni istri-istri Nabi saw. (dan membersihkan kalian) daripada dosa-dosa itu (sebersih-bersihnya.) (Al-Ahzab:33)

Sebagai istri sering kali kita meremehkan adab berinteraksi dengan teman laki-laki, tertawa cekikikan bersama, menggoda dengan suara manja, dan hal-hal lain yang melewati batas. Bagaimana pun kita perlu menjaga diri dan kehormatan sebagai seorang istri, maka Inilah Batasan Istri Berinteraksi dengan Teman Laki-laki yang perlu diperhatikan:
 

1. Tidak bertabarruj

”Hendaklah kalian (para wanita) tetap di rumah kalian dan janganlah kalian bertabarruj dan seperti tabarruj orang-orang Jahiliyah yang dahulu…” (QS. Al-Ahzab: 33)

Jangan karena merasa sudah sangat dekat dengan teman laki-laki, kita jadi lalai dan malah melakukan tabarruj. Sebagai wanita kita tetap perlu menutup aurat dengan benar, tidak menggunakan pakaian yang ketat, tidak menggunakan pakaian transparan, dan juga tidak berdandan berlebihan.

2. Tidak mendayu-dayukan suara

“Maka janganlah kamu tunduk dalam berbicara sehingga berkeinginanlah orang yang ada penyakit dalam hatinya.” (Al-Ahzab: 32) 

Suara mendayu, mendesah, dan yang serupa bisa merangsang birahi bagi orang yang memiliki penyakit di hatinya. Maka ketika sedang berbicara, baik mengobrol ataupun bercanda, tetap jaga wibawa dalam vibrasi suara.

3. Selalu minta izin suami jika akan bertemu dengan teman, baik di dalam rumah maupun di luar rumah 

Banyak istri yang mulai melupakan aturan dasar ini, bahwasanya izin pada suami untuk keluar rumah ataupun memasukkan tamu ke dalam rumah adalah hal penting yang perlu dilakukan, meskipun untuk teman sendiri yang sudah sering berkunjung.

"Tidak halal bagi seorang wanita untuk mengizinkan orang lain masuk ke rumahnya, tanpa persetujan suaminya." (H.R. Bukhari)

4. Tidak berkhalwat, baik di dunia nyata maupun dunia maya

Menjaga diri agar tidak berdua-duaan merupakan hal penting dalam adab pergaulan, terutama setelah kita menjadi seorang istri. Sebisa mungkin hindari hal-hal yang bisa membuat terjadinya khalwat, misal: Naik motor berduaan, ngobrol di chat room berduaan, dan hal lainnya yang bisa menyebabkan timbulnya fitnah.

5. Tidak curhat mengenai masalah rumah tangga

Curhat mengenai masalah rumah tangga pada pihak ketiga yang merupakan lawan jenis sama sekali bukan ide yang bagus. Sebaiknya hindarilah curhat persoalan rumah tangga dengan teman lelaki mana pun.

Semoga artikel ini bermanfaat dan bisa menjadi sarana untuk saling mengingatkan.

Sumber: 

1) Tafsir Al-Jalalain

2) http://www.ummi-online.com/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *